MARIMAS MANGGA
1. ASAL -USUL MINUMAN KERING (Serbuk) RASA MANGGA
Secara Global Minuman serbuk instan mulai dikenal di dunia sejak abad ke-20, khususnya setelah Perang Dunia II, ketika teknologi pengeringan makanan seperti spray drying dan freeze drying berkembang untuk kebutuhan militer.
Negara-negara seperti Amerika Serikat memproduksi bubuk minuman buah (fruit powder) untuk konsumsi praktis dalam kemasan militer dan rumah tangga.
Rasa-rasa buah tropis seperti mangga mulai masuk ke pasar global karena meningkatnya permintaan akan minuman buah instan yang menyegarkan dan mudah disajikan. Mangga adalah buah tropis yang sangat disukai karena rasa manis-asamnya yang kuat dan aromanya yang khas. Negara seperti India, Thailand, dan Indonesia dikenal sebagai produsen mangga, sehingga rasa ini banyak digunakan dalam produk makanan dan minuman, termasuk minuman bubuk. Diolah dalam bentuk bubuk agar bisa bertahan lama, mudah dikirim, dan cukup hanya ditambahkan air saat dikonsumsi.
1) Era 1980–1990an:
Di Indonesia, tren minuman kering dimulai dengan merek lokal seperti Nutrisari, yang memproduksi minuman bubuk dengan rasa jeruk.
Melihat kesuksesan ini, perusahaan lokal mulai membuat varian rasa lain, termasuk mangga, yang populer karena dekat dengan selera masyarakat.
2) 1995–2000an:
Merek seperti Marimas masuk pasar dan membawa minuman kering rasa mangga sebagai salah satu rasa utama. Marimas Mangga menjadi ikon minuman anak-anak sekolah, dijual di warung dengan harga sangat murah. Minuman ini tidak hanya menyegarkan, tetapi juga menjadi bagian dari budaya "jajan anak sekolah" di Indonesia. Minuman bubuk mangga terus diproduksi dan kini lebih beragam: ada yang mengandung vitamin, ada yang rendah gula, dan ada juga versi premium.Namun, nostalgia rasa mangga klasik dari Marimas dan Nutrisari tetap melekat di ingatan banyak orang Indonesia.
A. INFO PRODUK
1. SEJARAH MARIMAS
Marimas adalah merek minuman serbuk instan yang sangat populer di Indonesia, terutama sejak era 1990-an. Marimas memiliki berbagai varian rasa, dan salah satu yang paling terkenal sejak dulu adalah rasa mangga. Marimas diproduksi oleh PT Marimas Putera Kencana, sebuah perusahaan yang didirikan di Semarang, Jawa Tengah. Marimas mulai dikenal masyarakat sekitar tahun 1995. Pada masa itu, produk minuman instan dalam bentuk serbuk sangat diminati karena harganya yang murah dan penyajiannya yang praktis. Nama "Marimas" sendiri adalah kependekan dari “Mari Minum Segar”, yang mencerminkan semangat produk sebagai minuman penyegar. Rasa mangga menjadi salah satu rasa pertama dan paling populer sejak awal peluncurannya. Di tahun 1990-an hingga awal 2000-an, Marimas Mangga identik dengan rasa mangga yang kuat, asam-manis segar, dan warna kuning cerah yang menarik bagi anak-anak. Biasanya dijual dalam bungkus sachet kecil di warung-warung, sering disajikan dengan es batu di plastik kecil dengan sedotan minuman favorit anak-anak sekolah waktu itu. Harganya sangat murah, bahkan pernah hanya Rp100 hingga Rp200 per sachet, membuatnya sangat terjangkau untuk semua kalangan.
B. KOMPOSISI
1. Gula
2. Asam sitrat (pengatur keasaman)
3. Perisa identik alami mangga Maltodekstrin
4. Natrium siklamat dan sodium sakarin (pemanis buatan)
5. Pewarna makanan (biasanya Sunset YellowFCF)
6. Antioksidan (natrium askorbat / vitamin C)
7. Penguat rasa (biasanya natrium klorida/natrium sitrat
C. KANDUNGAN GIZI
Zat Gizi Jumlah per Sajian (11g)
Energi total ± 45 kkal
Lemak total 0 gram
Protein 0 gram
Karbohidrat total ± 11 gram
Gula ± 10 gram
Natrium (garam) ± 10–20 mg
Vitamin C ± 30 mg (tergantung varian)*
D. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
Kelebihan:
Mudah disajikan – Cukup diseduh dengan air dingin, praktis dan cepat.
Rasa menyegarkan – Rasa mangga asam-manis cocok untuk iklim tropis.
Harga terjangkau – Murah dan mudah dibeli di warung atau minimarket.
Varian populer sejak lama – Rasa mangga jadi salah satu yang paling disukai.
Masa simpan lama – Karena dalam bentuk serbuk kering.
Kekurangan:
Bukan dari buah asli – Hanya mengandung perisa identik alami, bukan sari mangga asli.
Mengandung pemanis buatan – Seperti natrium siklamat dan sakarin, kurang ideal untuk dikonsumsi berlebihan.
Rendah gizi Tidak mengandung serat, vitamin, atau mineral alami dari buah.
Warna dan rasa buatan – Mengandung pewarna dan perisa tambahan.
Bisa menimbulkan ketergantungan rasa Karena rasa kuat dan manis buatan.
E. VARIAN DAN HARGA
VARIAN:
Mangga (termasuk Arumanis, Bangkok)
Jeruk Segar / Jeruk Peras / Jeruk Nipis / Jeruk Pontianak
Stroberi
Apel Manis
Sirsak
Jambu Biji
Nanas
Melon
Framboze (raspberry)
Anggur / Black Currant
Cincau
Blewah
Blueberry
Es Teler, Cendol Dawet, Kelapa Muda, Gula Asem, Cocopandan, dan lain-lain
-Secara total Marimas mengklaim lebih dari 28 varian rasa tersedia di pasaran .
HARGA:
Berdasarkan data dari Blibli dan Lazada, berikut kisaran harga saat ini:
Termurah: mulai dari sekitar Rp 3.550–3.700 per renteng (10 sachet)
Harga umum: sekitar Rp 4.000 ± 300 per renteng untuk varian populer seperti mangga, jeruk, stroberi, sirsak, dll.
Tertinggi: hingga Rp 8.000 per renteng, biasanya untuk kemasan besar atau varian khusus bundel banyak sachet
Kisaran harga rata-rata aktual sekitar Rp 4.000 per renteng di toko online. Varian tertentu (niche, bundle lebih besar) bisa sedikit lebih mahal.
F. PERKEMBANGAN DAN KESIMPULAN
Perkembangan:
Marimas mulai dikenal sejak awal 2000-an sebagai bubuk minuman instan rasa buah. Varian rasa Mangga menjadi salah satu varian tertua dan paling populer. Cepat diterima karena rasa mangga yang manis-asam menyegarkan, cocok untuk iklim tropis. Dijual murah di warung, cocok untuk semua kalangan, terutama pelajar. Dihadirkan dalam berbagai sub-varian seperti Mangga Arumanis dan Mangga Bangkok. Diperbarui dari sisi kemasan, promosi, dan distribusi. Awalnya dijual di warung, kini juga tersedia di minimarket, supermarket, dan online.
Kesimpulan:
Marimas Mangga berhasil mempertahankan eksistensinya sebagai minuman bubuk rasa buah yang murah, praktis, dan menyegarkan. Meskipun nilai gizinya rendah dan berbahan dasar perisa buatan, daya tariknya tetap kuat karena rasa khas dan kemudahan penyajian. Produk ini tetap relevan, terutama di kalangan anak muda dan konsumen yang mencari minuman cepat saji dingin dengan harga terjangkau.


Komentar
Posting Komentar